Tetap Positif walau Sulit



Sikap Positif


Yang pertama adalah mengakui perasaan negatif kita, entah itu kesedihan dan kemarahan, lalu menunjukkan kepedulian pada diri sendiri. (” Pasti marah kalau aku selalu jujur dan jangan-jangan semua pejabat tinggi ternyata korupsi, Ya sudahlah . . tenangkan hati. Dengerin musik dulu deh ~~~~~~”)

Kita perlu berupaya untuk tidak ditenggelamkan oleh energi negatif. Kita menetapkan sendiri bagaimana akan berfikir, merasa dan mengambil tindakan, serta bertanggung jawab penuh atas keputusan kita. Penilaian negatif sebisa mungkin di transformasikan dalam tindakan tindakan positif. Dia menganggap aku seburuk itu, dan dia keliru. Jadi aku akan teteap dengan sikapku dan tidak perlu dipengaruhi oleh penilaian negatifnya.”) Atau kita memfokuskan waktu, energi dan perhatian pada hal-hal yang konstruktif.



Visi Positif ke Depan


Ini sering kita lakukan tetapi sesungguhnya kurang konstruktif: mengeluh, mengevaluasi dan “mencari-cari kesalahan”. Yang terjadi sudah terjadi dan lebih penting untuk memperbaiki ke depan dengan memfokuskan diri pada visi positif, bukan terpaku pada kesalahan-kesalahan pada masa lalu. Lebih baik fokus pada apa yang ingin kita capai dengan memperjelas sasaran dan strategi pencapaian


Memperjelas Aksi dan Pencapaian


Kesulitan dan kekacauan hidup menjadi tanda bahwa kita harus bergerak, mungkin harus mengubah suatu hal atau malahan banyak hal. Mungkin kita harus mengubah cara kita berfikir, cara kita merasa, cara kita bertindak. Bukan menyalahkan diri, tetapi demi keterarahan diri pada visi dan capaian ke depan. (” Kita sudah kerjakeras sekali, tetapi ternyata strategi lembaga kita kurang efektif. Kita harus jujur mengakui dan berani mengubah diri”)


Berserah


Pada akhirnya kita berserah. Berserah bukan berarti menyerah atau mengambil posisi kalah. Berserah hanya dapat terjadi ketika kita telah melakukan langkah dan upaya yang terbaik. Bila kita hanya mengeluh dan mempersalahkan pihak lain, tanpa melakukan suatu konstruktif, mungkin kita tidak berbeda dengan orang yang kita kritik itu. Menyisihkan sebagian penghasilan atau waktu kita untuk menumbuhkan nilai-nilai positif dan memastikan kebermanfaatkannya bagi orang lain, sudah pasti akan sangat berguna sekaligus membuat diri sendiri bahagia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: